Ferrari 849 Testarossa Resmi Meluncur di Indonesia, Bertenaga 1.050 HP

Otomotif275 Views

Ferrari 849 Testarossa Resmi Meluncur di Indonesia, Bertenaga 1.050 HP Ferrari kembali memperkuat jajaran mobil sport berperforma tinggi di Indonesia dengan meluncurkan 849 Testarossa. Mobil berjenis berlinetta tersebut diperkenalkan kepada konsumen Tanah Air dalam sebuah acara di kawasan PIK 2, Tangerang, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Kehadiran 849 Testarossa menjadi perhatian karena mobil ini menempati posisi tertinggi dalam lini produksi reguler Ferrari. Model tersebut menggantikan SF90 Stradale dengan membawa sistem penggerak PHEV, mesin V8 turbo ganda, tiga motor listrik, serta teknologi pengendalian yang dikembangkan dari pengalaman Ferrari di dunia balap.

Manajer Penjualan PT Eurokars Prima Utama yang menjadi distributor resmi Ferrari di Indonesia, Jordy Kamal, menyebut 849 Testarossa sebagai babak baru bagi pelanggan Ferrari. Mobil ini ditujukan kepada pengguna yang menginginkan performa sangat tinggi, tetapi tetap memperoleh kenyamanan dan kemudahan berkendara di jalan raya.

Peluncuran Indonesia Menjawab Ketertarikan terhadap Ferrari PHEV

Peluncuran 849 Testarossa tidak dilakukan tanpa pertimbangan pasar. Ferrari Indonesia melihat ketertarikan konsumen terhadap kendaraan PHEV terus berkembang, termasuk di kelompok pemilik mobil berperforma tinggi.

General Manager PT Eurokars Prima Utama, Nini Chiandra, mengatakan Ferrari sebelumnya telah menawarkan SF90 dan keluarga 296 yang juga menggunakan sistem PHEV. Menurut dia, minat pelanggan Indonesia terhadap teknologi tersebut cukup besar sehingga 849 Testarossa dinilai sesuai untuk diperkenalkan.

PHEV pada mobil ini tidak semata digunakan untuk mengejar efisiensi. Motor listrik membantu meningkatkan respons, menyalurkan tenaga ke roda depan, mengatur pembagian torsi, dan memberi pilihan berkendara tanpa menyalakan mesin bensin dalam jarak terbatas.

Mobil juga dapat bergerak dalam kondisi senyap ketika menggunakan mode listrik. Kemampuan tersebut memberi pilihan kepada pengemudi saat memasuki kawasan perumahan, gedung, hotel, atau area lain yang memerlukan tingkat kebisingan lebih rendah.

Menurut penulis, peluncuran 849 Testarossa menunjukkan bahwa elektrifikasi di kelas supercar tidak lagi diperlakukan sebagai pengganti karakter mesin bensin. Motor listrik justru digunakan untuk mempercepat respons sekaligus memperluas kemampuan kendaraan.

Nama Testarossa Kembali dengan Bentuk yang Sepenuhnya Baru

Nama Testarossa mempunyai posisi khusus dalam perjalanan Ferrari. Sebutan tersebut telah digunakan pada mobil balap Ferrari sejak era 1950-an, sebelum menjadi salah satu nama mobil sport paling dikenal melalui Ferrari Testarossa yang diperkenalkan pada 1984.

Ferrari 849 Testarossa tidak dirancang sebagai salinan langsung dari model 1980-an. Mobil ini tidak memakai lampu tersembunyi, garis samping horizontal yang memenuhi saluran udara, ataupun bentuk bodi lebar seperti Testarossa generasi terdahulu.

Ferrari memilih mengambil inspirasi dari mobil balap prototipe era 1970-an, terutama 512 S. Pengaruh tersebut dapat dilihat pada bagian belakang yang menggunakan bentuk twin tail, garis bodi geometris, serta susunan aerodinamika yang menyatu dengan struktur kendaraan.

Angka 849 juga berkaitan dengan susunan mesin yang digunakan. Angka delapan menunjukkan jumlah silinder, sedangkan angka 49 merujuk pada kapasitas setiap silinder yang mendekati 499 sentimeter kubik. Nama Testarossa kemudian digunakan untuk menghubungkan teknologi terbaru dengan warisan mesin balap Ferrari.

Mesin V8 Menjadi Sumber Tenaga Utama

Di balik kabin dua penumpang, Ferrari menempatkan mesin V8 turbo ganda berkapasitas 3.990 cc. Mesin tersebut menggunakan sistem pelumasan dry sump dan mampu menghasilkan tenaga 830 cv pada 7.500 rpm.

Torsi puncaknya mencapai 842 Nm pada 6.500 rpm, sedangkan putaran mesin dapat berlanjut sampai 8.300 rpm. Ferrari mencatat tenaga spesifik sebesar 208 cv untuk setiap liter kapasitas mesin, angka yang sangat tinggi bagi mesin produksi reguler.

Mesin V8 ini tidak hanya menerima peningkatan perangkat lunak. Ferrari merevisi kepala silinder, saluran masuk udara, sistem pembuangan, serta menggunakan turbo berukuran lebih besar. Turbo tersebut disebut sebagai salah satu yang terbesar yang pernah dipasang pada mobil produksi Ferrari.

Peningkatan tenaga mesin bensin mencapai 50 cv dibandingkan mesin pada SF90 Stradale. Meskipun performanya bertambah, Ferrari mempertahankan bobot kendaraan agar tidak melampaui pendahulunya.

Tiga Motor Listrik Menambah Tenaga 220 CV

Mesin bensin bekerja bersama tiga motor listrik dengan keluaran gabungan 220 cv. Dua motor berada pada gandar depan, sedangkan satu motor MGU K ditempatkan di bagian belakang, di antara mesin dan transmisi.

Susunan dua motor depan memungkinkan kendaraan menggunakan penggerak empat roda ketika diperlukan. Sistem dapat mengatur tenaga untuk roda kiri dan kanan secara terpisah, membantu mobil keluar dari tikungan dengan lebih cepat serta mempertahankan cengkeraman ketika pengemudi menekan pedal gas.

Motor belakang mempunyai hubungan teknologi dengan sistem yang dikembangkan Ferrari dalam ajang Formula 1. Perangkat tersebut membantu mesin bensin saat berakselerasi, sekaligus mengisi celah respons sebelum turbo bekerja secara penuh.

Gabungan mesin dan motor listrik menghasilkan tenaga maksimum 1.050 cv. Angka itu lebih tinggi 50 cv daripada SF90 Stradale dan menempatkan 849 Testarossa sebagai salah satu Ferrari produksi reguler paling bertenaga yang pernah dibuat.

Akselerasi Kurang dari 2,3 Detik

Tenaga besar tersebut menghasilkan catatan akselerasi yang mendekati mobil balap. Ferrari menyatakan 849 Testarossa dapat melaju dari posisi diam menuju 100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari 2,3 detik.

Kecepatan 200 kilometer per jam dapat dicapai dalam 6,35 detik. Apabila digunakan di lintasan yang memungkinkan, mobil mampu mencapai kecepatan lebih dari 330 kilometer per jam.

Performa pengeremannya juga mendapat perhatian besar. Dari kecepatan 100 kilometer per jam, kendaraan dapat berhenti dalam jarak sekitar 28,5 meter. Pengereman dari 200 kilometer per jam sampai berhenti membutuhkan jarak 108 meter.

Di lintasan uji Fiorano milik Ferrari, 849 Testarossa mencatat waktu putaran 1 menit 17,5 detik. Catatan tersebut sekitar 1,5 detik lebih cepat daripada SF90 Stradale, meskipun kedua kendaraan menggunakan susunan dasar mesin V8 PHEV dan penggerak empat roda.

Empat Mode Mengatur Karakter Sistem PHEV

Pengemudi dapat memilih empat pengaturan sistem penggerak melalui eManettino. Pilihannya terdiri dari eDrive, Hybrid, Performance, dan Qualify. Setiap mode mengatur penggunaan mesin bensin, motor listrik, serta cadangan energi baterai dengan cara berbeda.

Mode eDrive memungkinkan kendaraan bergerak hanya dengan tenaga listrik. Baterai ion litium berkapasitas 7,45 kWh menyediakan jarak tempuh sampai 25 kilometer ketika terisi penuh. Dalam mode ini, motor depan menjadi sumber gerak utama dan mesin V8 tidak perlu menyala.

Mode Hybrid mengatur kerja mesin dan motor listrik secara otomatis. Sistem dapat mematikan mesin ketika tenaganya tidak diperlukan, kemudian menyalakannya kembali ketika pengemudi meminta akselerasi lebih kuat.

Mode Performance mempertahankan mesin bensin tetap aktif untuk menjaga baterai berada pada tingkat pengisian yang sesuai. Mode Qualify melepaskan seluruh tenaga sistem untuk memperoleh performa tertinggi, terutama ketika kendaraan digunakan di sirkuit.

Desain Eksterior Mengutamakan Aliran Udara

Tampilan 849 Testarossa jauh lebih tajam dibandingkan SF90 Stradale. Bagian depan memakai fascia hitam horizontal yang menghubungkan kedua lampu utama, menciptakan kesan lebar sekaligus rendah.

Pintu mempunyai permukaan tiga dimensi dengan lekukan besar. Bentuk tersebut bukan hanya elemen visual, karena salurannya membantu mengarahkan udara menuju intercooler. Udara yang masuk diperlukan untuk menjaga suhu mesin dan turbo ketika kendaraan bekerja pada beban tinggi.

Bagian belakang memakai dua struktur twin tail yang mengapit spoiler aktif. Di bawahnya terdapat diffuser besar, saluran udara, serta knalpot yang ditempatkan di tengah.

Ferrari menyatakan rancangan bodi baru meningkatkan kemampuan pendinginan mesin, sistem hybrid, dan rem sebesar 15 persen dibandingkan SF90 Stradale. Hal ini penting karena tenaga yang lebih tinggi akan menghasilkan suhu lebih besar ketika mobil dipacu.

Spoiler Aktif Menghasilkan Gaya Tekan 415 Kilogram

Aerodinamika aktif menjadi salah satu bagian terpenting pada 849 Testarossa. Spoiler belakang dapat berubah antara posisi hambatan rendah dan gaya tekan tinggi dalam waktu sangat singkat.

Saat kecepatan mencapai 250 kilometer per jam, keseluruhan sistem aerodinamika menghasilkan gaya tekan hingga 415 kilogram. Jumlah tersebut meningkat 25 kilogram dibandingkan SF90 Stradale.

Gaya tekan membantu ban mempertahankan hubungan dengan permukaan jalan ketika kendaraan melaju cepat. Sistem juga harus menjaga keseimbangan antara bagian depan dan belakang agar mobil tetap mudah dikendalikan saat memasuki tikungan.

Ferrari menggunakan splitter depan yang lebih besar, lantai kendaraan yang direvisi, generator pusaran udara, diffuser belakang, serta spoiler aktif untuk memperoleh angka tersebut. Setiap saluran mempunyai tugas mengatur tekanan udara sekaligus membantu proses pendinginan.

Sistem FIVE Membaca Gerakan Mobil Secara Langsung

Ferrari 849 Testarossa dibekali Ferrari Integrated Vehicle Estimator atau FIVE. Sistem tersebut membuat gambaran digital perilaku kendaraan berdasarkan informasi dari sensor yang membaca percepatan, gerakan bodi, sudut kemudi, dan kondisi roda.

FIVE memperkirakan kecepatan, arah gerakan, serta tingkat cengkeraman secara langsung. Data kemudian digunakan oleh perangkat pengendali rem, motor listrik, pembagian torsi, diferensial, dan sistem stabilitas.

Perhitungan ini membantu kendaraan menyesuaikan tenaga sebelum pengemudi merasakan kehilangan cengkeraman yang besar. Tujuannya bukan mengurangi keterlibatan pengemudi, melainkan membuat respons mobil lebih tepat dan mudah diperkirakan.

Sistem bekerja bersama Side Slip Control 9.0, ABS Evo, brake by wire, kontrol traksi, diferensial elektronik, serta pengaturan suspensi. Ferrari menyebut susunan tersebut sebagai perangkat kontrol elektronik tercanggih dalam jajaran produknya saat ini.

Penulis menilai tantangan terbesar Ferrari bukan sekadar menghasilkan 1.050 cv, melainkan membuat tenaga tersebut tetap dapat diatur oleh pengemudi tanpa menghilangkan sensasi mekanis khas mobil bermesin V8.

Kabin Mengembalikan Sejumlah Tombol Fisik

Bagian dalam 849 Testarossa berpusat pada pengemudi. Dasbor menggunakan susunan horizontal dengan bentuk yang memberi efek mengambang. Ventilasi udara berbentuk C ditempatkan di sisi pengemudi dan penumpang dengan balutan aluminium.

Ferrari mengembalikan beberapa tombol fisik pada roda kemudi, termasuk tombol untuk menyalakan mesin. Keputusan tersebut mengikuti susunan yang lebih dahulu diperkenalkan pada F80.

Panel instrumen digital menjadi pusat informasi kendaraan. Pengemudi dapat mengubah mode mesin, pengaturan hybrid, suspensi, serta respons sistem kendaraan tanpa perlu melepaskan tangan terlalu lama dari roda kemudi.

Konsol tengah memakai gerbang pemilih transmisi yang terinspirasi mobil Ferrari klasik dan F80. Walaupun transmisi yang digunakan merupakan kopling ganda delapan percepatan, bentuk pengaturnya dibuat menyerupai gerbang transmisi manual Ferrari lama.

Dua Pilihan Kursi untuk Kebutuhan Berbeda

Ferrari menyediakan dua bentuk kursi. Pilihan pertama dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih baik selama perjalanan di jalan raya. Bentuknya menyesuaikan garis kokpit dan memberikan bantalan yang lebih tebal.

Pilihan kedua menggunakan pendekatan balap dengan sandaran samping lebih besar. Kursi ini menahan tubuh ketika kendaraan berbelok cepat dan cocok bagi pemilik yang lebih sering membawa mobil ke sirkuit.

Kabin juga dilengkapi Apple CarPlay, Android Auto, pengisian telepon tanpa kabel, serta MyFerrari Connect. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk memeriksa sejumlah informasi kendaraan dari jarak jauh.

Ukuran Lebar Membutuhkan Perhatian di Jalan Indonesia

Ferrari 849 Testarossa memiliki panjang 4.718 milimeter, lebar 2.304 milimeter, tinggi 1.225 milimeter, serta jarak sumbu roda 2.650 milimeter. Bobot keringnya tercatat sekitar 1.570 kilogram dengan komponen pilihan tertentu.

Lebar lebih dari 2,3 meter membuat pengemudi harus memperhatikan ruang ketika melewati gerbang, area parkir, atau jalan sempit. Bagian depan yang rendah juga memerlukan kehati-hatian ketika menghadapi polisi tidur dan perubahan kemiringan permukaan jalan.

Distribusi bobotnya berada pada perbandingan 45 persen di depan dan 55 persen di belakang. Penempatan mesin di belakang kabin membantu menjaga beban lebih besar pada roda belakang, sedangkan baterai serta motor depan membantu menyeimbangkan kendaraan.

Bagasi depan menyediakan kapasitas 74 liter. Ruang tersebut cukup untuk barang kecil, tetapi mobil ini jelas tidak ditujukan sebagai kendaraan yang mengutamakan kemampuan membawa banyak muatan.

Assetto Fiorano Disiapkan untuk Pemilik yang Gemar ke Sirkuit

Ferrari menawarkan paket Assetto Fiorano bagi pemilik yang menginginkan pengaturan lebih agresif. Paket ini mengurangi bobot kendaraan sekitar 30 kilogram melalui penggunaan serat karbon, titanium, kursi ringan, serta komponen khusus.

Kursi tubular berlapis Alcantara dapat mengurangi bobot sekitar 18 kilogram dibandingkan kursi standar. Pelek serat karbon berukuran 20 inci turut mengurangi massa yang tidak ditopang suspensi sehingga respons saat berakselerasi dan mengerem dapat meningkat.

Suspensi memakai peredam Multimatic dengan pengaturan lebih kaku. Pegas dibuat 35 persen lebih ringan, sedangkan tingkat kemiringan bodi saat berbelok dikurangi sekitar 10 persen.

Pada bagian belakang, twin tail digantikan oleh twin wing dengan profil aerodinamika lebih agresif. Ban Michelin Pilot Sport Cup 2 juga tersedia untuk memberikan cengkeraman lebih kuat ketika digunakan di lintasan kering.

Fitur Bantuan Pengemudi Tetap Disediakan

Walaupun berorientasi pada performa, 849 Testarossa tetap membawa sejumlah teknologi bantuan pengemudi. Perangkat yang tersedia mencakup adaptive cruise control, pengereman darurat otomatis, pemantauan titik buta, bantuan menjaga lajur, serta pemantauan kelelahan pengemudi.

Fitur tersebut ditujukan untuk penggunaan di jalan umum, terutama ketika kendaraan menghadapi lalu lintas panjang atau perjalanan antarkota. Sistem bantuan tidak mengubah 849 Testarossa menjadi kendaraan otonom karena pengemudi tetap bertanggung jawab penuh terhadap arah dan kecepatan mobil.

Teknologi pengereman elektronik juga memberi ruang bagi sistem hybrid untuk melakukan pemulihan energi. Komputer menggabungkan pengereman regeneratif dari motor listrik dengan cakram rem karbon keramik agar perlambatan terasa konsisten.

Pilihan Warna Baru Memperluas Personalisasi

Setiap pembeli dapat menyesuaikan kendaraan melalui program personalisasi Ferrari. Dua warna baru diperkenalkan bersama 849 Testarossa, yaitu Rosso Fiammante dan Giallo Ambra.

Rosso Fiammante merupakan pengembangan warna merah Ferrari dengan partikel yang menghasilkan pantulan hangat ketika terkena cahaya. Giallo Ambra memakai warna kuning dengan nuansa kemerahan yang terinspirasi dari batu amber.

Untuk bagian dalam, Ferrari menawarkan Alcantara Giallo Sienna yang dirancang agar selaras dengan eksterior Giallo Ambra. Pembeli juga dapat memilih bahan serat karbon, bentuk kursi, warna jahitan, jenis pelek, serta berbagai detail kabin.

Harga resmi 849 Testarossa untuk pasar Indonesia tidak ditampilkan secara terbuka oleh dealer. Calon pembeli perlu menghubungi PT Eurokars Prima Utama karena nilai akhir akan dipengaruhi oleh pilihan bahan, warna, paket Assetto Fiorano, dan komponen personalisasi yang dipesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *