GWM Ora 5 Tampil di GIIAS 2026, SUV Listrik Baru Siap Masuk Indonesia Great Wall Motor Indonesia resmi memperkenalkan GWM Ora 5 dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Kabupaten Tangerang. Mobil listrik berbentuk SUV kompak tersebut membuka babak baru bagi lini Ora yang sebelumnya hanya diwakili GWM Ora 03 di pasar nasional.
Selubung GWM Ora 5 dibuka pada Exclusive Media Day GIIAS 2026, Rabu, 29 Juli 2026. Kendaraan kemudian dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat ketika pameran dibuka untuk umum mulai 30 Juli sampai 9 Agustus 2026. Unit tersebut dipamerkan bersama GWM Tank 500 Diesel Black Warrior Edition dan Tank 300 Diesel dengan warna Sand Beige.
Kehadiran Ora 5 masih berstatus perkenalan. GWM Indonesia belum mengumumkan harga, jumlah varian, jadwal pengiriman, maupun konfigurasi final yang akan dijual. Chief Executive Officer GWM Indonesia, Bagus Susanto, menyatakan kendaraan itu akan diluncurkan dalam waktu dekat untuk melengkapi lini mobil listrik perusahaan.
Ora 5 Melengkapi Posisi Ora 03
GWM Ora 5 tidak disiapkan sebagai pengganti Ora 03. Kedua kendaraan memiliki bentuk dan sasaran pengguna yang berbeda. Ora 03 hadir sebagai hatchback listrik bergaya retro, sedangkan Ora 5 membawa tubuh SUV dengan posisi duduk lebih tinggi, ruang kabin lebih luas, dan tampilan yang terlihat lebih kokoh.
Perbedaan tersebut memberi GWM kesempatan menjangkau konsumen yang menyukai karakter Ora 03, tetapi membutuhkan kendaraan dengan ruang lebih besar. Ora 5 dapat ditempatkan sebagai pilihan bagi keluarga kecil, pekerja perkotaan, dan pengguna yang memerlukan kendaraan listrik untuk perjalanan harian maupun perjalanan antarkota.
Bagus Susanto menjelaskan bahwa Ora 5 akan segera melengkapi jajaran mobil listrik GWM yang telah lebih dahulu diisi Ora 03. Namun, perusahaan belum menyebut apakah kedua model akan dijual dengan jarak harga yang berdekatan atau ditempatkan pada kelas yang cukup jauh.
“Ora 5 membawa identitas yang sudah dikenal dari Ora 03, tetapi diterjemahkan ke dalam bentuk SUV yang lebih mudah diterima oleh keluarga Indonesia.”
Desain Retro Berpadu Bentuk SUV
Ciri khas Ora masih terlihat jelas melalui sepasang lampu depan berbentuk bulat. Bentuk kap mesin dibuat melandai, sementara sudut bodi menggunakan garis lembut tanpa banyak lekukan tajam. Pendekatan ini membedakan Ora 5 dari SUV listrik lain yang biasanya memakai lampu sangat tipis dan bentuk bodi bersudut.
Bagian depan tidak memiliki gril besar karena motor listrik tidak memerlukan aliran udara sebanyak mesin pembakaran. Lubang udara ditempatkan pada area bumper bawah, disertai bidang hitam yang memberi kesan lebar. Posisi bumper Ora 5 terlihat lebih tegas dibandingkan Ora 03 yang memiliki permukaan depan lebih membulat dan sederhana.
Pada bagian samping, Ora 5 menggunakan pelindung bodi berwarna gelap di sekitar lengkungan roda. Rel atap menegaskan identitasnya sebagai SUV, sementara garis jendela dibuat menanjak menuju pilar belakang. Pelek berukuran 18 inci digunakan pada model yang telah diperkenalkan di beberapa negara.
Lampu belakang ditempatkan cukup tinggi pada pintu bagasi. Susunannya memanjang di balik kaca belakang sehingga tidak langsung terlihat seperti lampu konvensional ketika kendaraan berhenti. Spoiler atas, wiper belakang, serta pelindung bumper melengkapi rancangan bagian belakang.
Dimensi Lebih Besar daripada Ora 03
GWM Ora 5 memiliki panjang 4.471 milimeter, lebar 1.833 milimeter, tinggi 1.641 milimeter, serta jarak sumbu roda 2.720 milimeter. Ukuran tersebut menempatkannya dalam kelompok SUV kompak, sekaligus membuat tubuhnya lebih panjang daripada Ora 03.
Sebagai pembanding, Ora 03 memiliki panjang sekitar 4.235 milimeter dan jarak sumbu roda 2.650 milimeter. Ora 5 berarti lebih panjang sekitar 236 milimeter dengan tambahan jarak antarsumbu roda sekitar 70 milimeter. Ruang tambahan itu dapat digunakan untuk memperbesar jarak kaki penumpang belakang dan kapasitas penyimpanan.
Tinggi bodi 1.641 milimeter memberikan posisi duduk yang lebih tinggi daripada hatchback listrik. Pengemudi berpotensi memperoleh pandangan lebih luas ke arah depan, sedangkan penumpang lebih mudah masuk tanpa harus menurunkan tubuh terlalu jauh.
Ukuran Ora 5 juga masih cukup masuk akal untuk penggunaan di wilayah perkotaan. Panjangnya berada di bawah 4,5 meter, sehingga kendaraan tidak terlalu besar ketika dibawa melewati jalan sempit atau masuk ke ruang parkir pusat perbelanjaan.
Motor Listrik Menghasilkan Tenaga 150 kW
Versi listrik yang telah dijual di Thailand menggunakan motor sinkron magnet permanen pada roda depan. Motor tersebut menghasilkan tenaga maksimum 150 kW atau sekitar 204 PS dan torsi 260 Nm. GWM mengklaim akselerasi dari posisi diam menuju 100 kilometer per jam dapat diselesaikan dalam 7,5 detik.
Tenaga 150 kW tergolong besar untuk kendaraan listrik yang diarahkan pada penggunaan keluarga dan perkotaan. Torsi tersedia sejak pedal akselerator ditekan, sehingga kendaraan dapat bergerak cepat ketika keluar dari persimpangan atau mendahului kendaraan lain.
Sistem penggerak Ora 5 memakai perangkat elektrik terintegrasi 15 dalam 1. GWM menyebut efisiensi konversi energinya dapat mencapai 95 persen. Integrasi tersebut menyatukan sejumlah komponen utama agar ukurannya lebih ringkas, bobot dapat ditekan, dan penggunaan energi lebih terkendali.
Spesifikasi unit Indonesia tetap harus menunggu pengumuman resmi. Angka tenaga dan torsi yang dipamerkan di GIIAS dapat merujuk pada model global, tetapi GWM Indonesia masih dapat menyesuaikan perangkat lunak, kelengkapan, atau pilihan baterai sebelum penjualan dimulai.
Baterai 58,3 kWh Menawarkan Jarak hingga 520 Kilometer
Ora 5 versi Thailand membawa baterai lithium ferro phosphate berkapasitas 58,3 kWh. Berdasarkan pengujian NEDC, jarak tempuhnya diklaim mencapai 520 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Sumber lain menyebut kisaran perjalanan 430 sampai 520 kilometer, bergantung pada varian dan metode pengujian.
Angka NEDC biasanya lebih tinggi daripada jarak yang ditemukan dalam penggunaan sehari hari. Hasil aktual dipengaruhi oleh kecepatan, kemacetan, suhu udara, penggunaan pendingin kabin, tekanan ban, jumlah penumpang, dan gaya mengemudi.
Untuk perjalanan dalam kota, baterai 58,3 kWh dapat memberi ruang pemakaian beberapa hari sebelum kendaraan harus diisi kembali. Pengguna dengan perjalanan 40 sampai 60 kilometer per hari secara teori tidak perlu mengisi baterai setiap malam, meski pengisian rutin tetap membantu menjaga ketersediaan energi.
GWM juga pernah memperkenalkan Ora 5 dengan pilihan baterai lain pada beberapa pasar. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah Indonesia hanya memperoleh baterai 58,3 kWh atau memiliki pilihan kapasitas lebih kecil dengan harga yang lebih rendah.
Pengisian Cepat DC Mendukung Daya 120 kW
GWM Ora 5 EV mendukung pengisian cepat arus searah hingga 120 kW pada versi Thailand. Kemampuan tersebut membuat waktu berhenti di stasiun pengisian dapat dipersingkat, selama pengisi daya mampu memberikan keluaran yang sesuai dan kondisi baterai berada pada suhu ideal.
Daya pengisian tidak selalu berada pada angka maksimum sepanjang proses. Sistem kendaraan akan mengatur arus berdasarkan suhu, persentase baterai, serta perlindungan sel. Kecepatan biasanya lebih tinggi ketika kapasitas baterai masih rendah, kemudian berkurang saat mendekati penuh.
Ora 5 turut menyediakan fungsi Vehicle to Load dengan daya keluaran hingga 6 kW. Energi baterai dapat digunakan untuk menyalakan peralatan listrik eksternal melalui adaptor. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk perlengkapan kegiatan luar ruangan, perangkat kerja, lampu, atau kebutuhan listrik darurat.
Ketersediaan adaptor dan besaran daya Vehicle to Load untuk konsumen Indonesia belum diumumkan. Perusahaan perlu menjelaskan apakah perangkat tersebut menjadi kelengkapan standar, aksesori tambahan, atau hanya tersedia pada varian tertentu.
Kabin Mengandalkan Layar Besar dan Coffee OS
Interior Ora 5 memakai pendekatan minimalis dengan jumlah tombol fisik yang terbatas. Bagian tengah dasbor didominasi layar sentuh mengambang berukuran 14,6 inci. Di depan pengemudi tersedia panel instrumen digital 10,25 inci untuk menampilkan kecepatan, kapasitas baterai, jarak perjalanan, dan informasi sistem bantuan berkendara.
Sistem hiburannya menjalankan Coffee OS generasi ketiga milik GWM. Sistem tersebut mengatur navigasi, audio, koneksi telepon, pengaturan kendaraan, pendingin kabin, serta sejumlah fungsi berbasis perintah suara. Versi Thailand mendukung Apple CarPlay dan Android Auto tanpa kabel.
Konsol tengah dibuat bertingkat agar tersedia ruang penyimpanan pada bagian bawah. Pengisi daya telepon tanpa kabel hingga 50 watt tersedia pada konfigurasi tertentu. Terdapat pula beberapa sambungan USB Type A dan USB Type C untuk penumpang depan serta belakang.
Kabin menggunakan susunan lima tempat duduk. Sandaran belakang dapat dilipat dengan pembagian 60 banding 40 untuk memperbesar ruang bagasi. Ventilasi pendingin bagi penumpang belakang dan penyaring udara N95 tersedia pada model Thailand, tetapi kelengkapan Indonesia masih menunggu daftar resmi.
Fitur ADAS Masuk Kategori Level 2 Plus
Ora 5 membawa rangkaian sistem bantuan pengemudi kategori Level 2 Plus. Fitur ini tidak membuat kendaraan dapat bergerak sepenuhnya tanpa pengawasan. Pengemudi tetap harus memperhatikan jalan, memegang kendali, serta siap mengambil alih ketika sistem tidak mampu menangani situasi tertentu.
Perangkatnya mencakup Adaptive Cruise Control, Intelligent Cruise Assist, peringatan tabrakan depan, pengereman darurat otomatis, pengingat batas kecepatan, pemantauan titik buta, serta bantuan menjaga kendaraan tetap berada di jalur.
Sistem lain mencakup peringatan lalu lintas silang dari belakang, pengereman saat kendaraan lain melintas ketika mundur, peringatan saat membuka pintu, serta peringatan risiko tabrakan dari belakang. Ora 5 juga memiliki kamera pandangan 360 derajat yang dapat menampilkan area sekitar kendaraan.
Tampilan transparan bagian bawah kendaraan membantu pengemudi melihat permukaan yang tidak terjangkau pandangan langsung. Fitur ini berguna ketika melewati jalan sempit, pembatas rendah, lubang, atau area parkir yang memiliki banyak benda di sekitar roda.
“Kelengkapan ADAS dapat menjadi nilai jual besar, tetapi penyetelan sistem untuk marka, lalu lintas, dan kebiasaan berkendara di Indonesia akan menentukan kenyamanannya.”
Suspensi Belakang Menggunakan Multilink
Ora 5 memakai suspensi independen MacPherson strut pada bagian depan dan sistem multilink pada bagian belakang untuk versi Thailand. Penggunaan multilink dapat membantu menjaga kestabilan roda ketika kendaraan melewati permukaan tidak rata atau menikung.
Karakter suspensi tetap dapat berbeda pada unit Indonesia karena produsen sering melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi jalan, ukuran pelek, jenis ban, dan bobot kelengkapan. Pengunjung GIIAS baru dapat melihat posisi duduk serta kualitas kabin karena GWM belum mengumumkan program uji kendara Ora 5.
Sistem pengereman memakai cakram berventilasi di depan dan cakram pada roda belakang. Rem parkir elektrik serta Auto Brake Hold menjadi perlengkapan kendaraan. Sistem pemantauan tekanan ban juga tersedia untuk memberi peringatan apabila salah satu ban mengalami penurunan tekanan.
Harga Ora 5 Indonesia Belum Diumumkan
GWM Indonesia belum membuka harga maupun pemesanan Ora 5 saat perkenalan di GIIAS 2026. Perusahaan hanya memastikan bahwa SUV listrik tersebut akan diluncurkan dalam waktu dekat. Hal ini membedakan Ora 5 dari Tank 500 Black Warrior dan Tank 300 Sand Beige yang langsung memperoleh harga resmi.
Penentuan harga akan menjadi bagian penting karena pasar SUV listrik Indonesia semakin padat. Ora 5 harus berhadapan dengan model dari BYD, Chery, Wuling, Geely, Jaecoo, MG, VinFast, Changan, dan sejumlah merek lain yang menawarkan rentang harga serta kapasitas baterai beragam.
Posisinya kemungkinan berada di atas Ora 03 karena memiliki tubuh lebih besar, baterai 58,3 kWh, layar lebih luas, dan fitur bantuan mengemudi yang lebih lengkap. Namun, strategi harga juga bergantung pada skema produksi, kandungan lokal, paket garansi, dan jumlah varian yang dipilih.
Pengunjung dapat melihat Ora 5 di area GWM, Hall 3 ICE BSD City, selama GIIAS 2026 berlangsung. Situs resmi GWM Indonesia mencantumkan kehadiran perusahaan di lokasi tersebut mulai 30 Juli sampai 9 Agustus 2026.
Status Produksi Lokal Menjadi Perhatian
GWM belum menjelaskan apakah Ora 5 akan dirakit di Indonesia sejak awal penjualan. Informasi tersebut penting karena berhubungan dengan harga, ketersediaan unit, layanan suku cadang, dan pemenuhan ketentuan kendaraan listrik nasional.
Perusahaan perlu menyampaikan rincian mengenai asal produksi, jenis konektor pengisian, garansi baterai, garansi motor listrik, layanan bantuan darurat, serta interval pemeriksaan kendaraan. Penjelasan tentang kapasitas baterai yang dapat digunakan juga dibutuhkan karena angka bruto tidak selalu sama dengan energi yang tersedia bagi pengemudi.
Daftar warna, jenis material kursi, jumlah pengeras suara, kemampuan perintah suara dalam bahasa Indonesia, serta konektivitas aplikasi juga belum dipastikan. Model Thailand memiliki dua varian EV, tetapi susunan serupa belum tentu diterapkan di Indonesia.
GWM Indonesia masih menempatkan Ora 5 sebagai unit perkenalan selama GIIAS 2026. Perhatian berikutnya tertuju pada tanggal peluncuran resmi, harga, konfigurasi baterai, kelengkapan ADAS, dan waktu penyerahan kepada konsumen.






