Prototipe Toyota MR2 Tertangkap Kamera, Mesin Tengah Makin Nyata

Otomotif307 Views

Prototipe Toyota MR2 Tertangkap Kamera, Mesin Tengah Makin Nyata Sebuah kendaraan pengembangan Toyota tertangkap kamera ketika melaju di kawasan Fuji Speedway, Jepang. Bentuknya masih menyerupai GR Yaris yang dipenuhi panel tidak seragam, lubang udara berukuran besar, serta perangkat pendingin yang tampak jauh dari susunan mobil produksi.

Meski tampilannya masih kasar, mobil tersebut segera dikaitkan dengan proyek kendaraan sport bermesin tengah yang diperkirakan akan meneruskan jejak Toyota MR2. Dugaan itu bukan tanpa dasar. Toyota telah mengonfirmasi bahwa Gazoo Racing sedang mengembangkan mobil sport bermesin tengah dengan mesin bensin turbo.

Foto dan video kendaraan uji itu diunggah oleh seorang pengunjung yang sedang berada di sekitar Fuji Speedway Motorsport Museum. Rekaman memperlihatkan prototipe melaju di lintasan dengan suara mesin berat, disertai bentuk bodi yang telah mengalami banyak perubahan.

Toyota belum mengumumkan bahwa mobil dalam rekaman tersebut akan memakai nama MR2 ketika memasuki jalur produksi. Namun, susunan mesin tengah, penggerak empat roda, kegiatan pengujian balap, serta pendaftaran sejumlah merek dagang membuat hubungan proyek tersebut dengan MR2 semakin kuat.

Bodi GR Yaris Hanya Dipakai untuk Pengujian

Kendaraan yang terlihat di Fuji Speedway bukan bentuk akhir mobil yang akan dijual. Toyota memakai badan GR Yaris sebagai tempat menguji mesin, transmisi, sistem penggerak, rem, suspensi, saluran udara, serta berbagai perangkat pengukuran.

Bagian depan prototipe memiliki radiator berukuran sangat besar. Di belakang pintu terdapat bukaan udara lebar yang diperlukan karena mesin tidak lagi berada di ruang depan. Bagian belakang mobil juga diperlebar agar dapat menampung mesin, turbo, saluran pendingin, dan komponen penggerak.

Panel bodi yang tidak sejajar menunjukkan bahwa kendaraan tersebut benar benar digunakan untuk pekerjaan pengembangan. Insinyur belum mengejar tampilan rapi karena perhatian mereka masih tertuju pada suhu mesin, aliran udara, pembagian bobot, respons kemudi, serta kekuatan komponen ketika mobil dipacu.

Car and Driver memperkirakan kendaraan itu merupakan pengembangan terbaru dari M Concept. Mobil tersebut masih membawa ciri GR Yaris, tetapi memiliki susunan mekanis yang berbeda sepenuhnya dari versi produksi bermesin depan.

Karena itu, lampu, kaca, atap, pintu, dan sejumlah panel GR Yaris tidak dapat dijadikan petunjuk pasti mengenai rancangan MR2 baru. Mobil produksi kemungkinan memiliki badan lebih rendah, dua pintu, serta kabin yang dibuat khusus untuk susunan mesin tengah.

Menurut penulis, penampilan prototipe yang terlihat kasar justru menunjukkan bahwa Toyota sedang mengerjakan bagian paling penting dari mobil, bukan hanya menyiapkan kendaraan pajangan untuk menarik perhatian penggemar.

GR Yaris M Concept Menjadi Awal Pengembangan

Toyota memperkenalkan GR Yaris M Concept pada Tokyo Auto Salon 2025. Huruf M digunakan untuk merujuk pada midship dan Morizo, nama yang dipakai Akio Toyoda ketika mengikuti kegiatan balap.

Mobil tersebut menggunakan mesin yang ditempatkan di belakang kabin. Toyota memasangkannya dengan sistem penggerak empat roda untuk mempelajari keseimbangan baru yang tidak dimiliki GR Yaris biasa.

Toyota menjelaskan bahwa GR Yaris bermesin depan menempatkan beban besar pada ban depan. Ketika dipacu di sirkuit, roda depan harus menangani pengereman, mengarahkan kendaraan, serta menerima tenaga pada beberapa keadaan.

Susunan tersebut dapat mempercepat keausan ban depan dan membuat mobil cenderung melebar ketika memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi. Toyota kemudian memindahkan mesin ke belakang kursi untuk memperbaiki pembagian bobot dan mengubah cara kendaraan merespons perintah pengemudi.

Mesin tengah menempatkan bagian terberat kendaraan lebih dekat dengan pusat mobil. Susunan ini dapat membantu kendaraan berputar lebih cepat, menjaga keseimbangan ketika mengerem, serta memberikan cengkeraman yang lebih baik ketika keluar dari tikungan.

M Concept tidak berhenti sebagai mobil pameran. Toyota membawanya ke ajang Super Taikyu, kejuaraan balap ketahanan di Jepang yang sering digunakan produsen untuk menguji teknologi dalam keadaan berat.

Prototipe yang Terekam Diduga Menjadi Versi Ketujuh

Kepala Insinyur Toyota Gazoo Racing Naohiko Saito sebelumnya menyatakan bahwa timnya telah membuat enam bentuk kendaraan uji. Setiap unit mempunyai komponen, pengaturan, dan tujuan pengujian yang berbeda.

Toyota disebut masih merencanakan sedikitnya 14 versi tambahan. Jika rencana itu berjalan, program pengembangan mobil sport bermesin tengah tersebut akan melibatkan minimal 20 kendaraan percobaan. Mobil yang terlihat di Fuji kemudian diperkirakan sebagai versi ketujuh.

Banyaknya prototipe menunjukkan bahwa Toyota belum menetapkan susunan akhir. Satu kendaraan dapat digunakan untuk menguji mesin 1,6 liter, sedangkan kendaraan lain memakai mesin 2,0 liter. Insinyur juga dapat mencoba ukuran radiator, turbo, rem, ban, dan pembagian tenaga yang berbeda.

Toyota perlu mengetahui susunan mana yang mampu menghasilkan performa tinggi tanpa mengorbankan ketahanan. Mobil jalan raya tidak cukup hanya cepat selama beberapa putaran. Kendaraan harus mampu menghadapi kemacetan, cuaca panas, perjalanan jarak jauh, serta pemakaian berulang selama bertahun tahun.

Bentuk setiap prototipe juga dapat berubah setelah pengujian. Saluran udara yang bekerja di lintasan pendek belum tentu cukup ketika mobil mengikuti balapan 24 jam. Komponen yang ringan juga belum tentu tahan terhadap getaran dan suhu tinggi.

Mesin G20E Diduga Sudah Terpasang

Prototipe awal M Concept diketahui memakai mesin G16E GTS berkapasitas 1,6 liter dengan tiga silinder turbo. Mesin yang juga digunakan pada GR Yaris tersebut dipindahkan dari ruang depan ke belakang kabin.

Rekaman terbaru menghasilkan suara yang dinilai lebih dalam daripada mesin tiga silinder. Car and Driver menduga mobil di Fuji telah memakai G20E, mesin empat silinder turbo 2,0 liter yang sedang dikembangkan Toyota. Namun, jenis mesin pada kendaraan yang terekam belum dikonfirmasi secara resmi.

Toyota sebelumnya telah memperkenalkan GR Yaris M Concept dengan mesin empat silinder turbo 2,0 liter yang dipasang di tengah. Mesin tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kendaraan performa tinggi terbaru Gazoo Racing.

G20E dirancang agar dapat dipasang di depan, tengah, atau belakang kendaraan. Posisinya juga dapat dibuat melintang maupun memanjang, sehingga Toyota mempunyai lebih banyak pilihan ketika mengembangkan beberapa jenis mobil.

Versi mesin yang diperlihatkan kepada media memakai dua poros bubungan, 16 katup, injeksi bahan bakar langsung dan port, serta turbo twin scroll dengan bantalan bola. Toyota belum mengumumkan tenaga resmi untuk kendaraan produksi.

Toyota hanya menyebut mesin tersebut ditargetkan menghasilkan tenaga lebih besar daripada unit turbo 2,4 liter yang digunakan pada beberapa produk Toyota dan Lexus. Klaim lebih dari 400 tenaga kuda masih berasal dari perkiraan dan belum menjadi spesifikasi resmi.

Pendinginan Menjadi Tantangan Besar

Memindahkan mesin dari depan ke belakang kabin bukan pekerjaan sederhana. Aliran udara yang biasanya masuk langsung melalui grille depan harus dialihkan menuju bagian tengah kendaraan.

Udara segar perlu mencapai mesin, turbo, intercooler, pendingin oli, dan komponen transmisi. Pada saat yang sama, udara panas harus dikeluarkan tanpa mengganggu aerodinamika atau membuat suhu kabin meningkat.

Hal tersebut menjelaskan keberadaan radiator besar di bagian depan serta bukaan lebar di belakang pintu. Pipa pendingin juga harus melewati badan kendaraan karena posisi radiator dan mesin terpisah cukup jauh.

Toyota pernah mengakui bahwa proyek GR Yaris M Concept menghadapi beberapa persoalan khusus kendaraan bermesin tengah. Perusahaan bahkan menunda partisipasinya dalam salah satu balapan di Autopolis agar tim dapat memperbaiki pengendalian, pengereman, dan penyaluran tenaga.

Penggerak Empat Roda Mengubah Ciri Lama MR2

Tiga generasi Toyota MR2 terdahulu memakai mesin tengah dengan tenaga yang dikirimkan ke roda belakang. Proyek baru justru mengarah pada penggerak empat roda.

Naohiko Saito mengatakan pengujian Toyota menunjukkan gabungan mesin tengah dan penggerak empat roda sebagai susunan yang sangat baik untuk kendaraan berperforma tinggi. Roda depan dapat membantu menghasilkan cengkeraman ketika tenaga mesin terlalu besar untuk ditangani roda belakang saja.

Penggerak empat roda juga memungkinkan Toyota mengatur karakter kendaraan melalui pembagian tenaga. Mobil dapat dibuat lebih condong ke roda belakang agar tetap terasa lincah, sementara roda depan membantu ketika kendaraan berakselerasi keras.

Susunan tersebut akan menjadi perubahan besar jika mobil produksi benar benar memakai nama MR2. Generasi lama dikenal melalui karakter penggerak belakang yang ringan dan sederhana, sedangkan proyek baru membawa sistem mekanis lebih rumit.

Tambahan poros penggerak, diferensial depan, dan perangkat pengatur tenaga berpotensi meningkatkan bobot. Toyota perlu memastikan keuntungan pada cengkeraman tidak membuat mobil kehilangan karakter ringan yang selama ini melekat pada MR2.

Belum ada kepastian apakah seluruh varian akan memakai penggerak empat roda. Toyota dapat menawarkan versi berbeda atau mengubah susunannya selama pengembangan masih berlangsung.

Lintasan Balap Dipakai untuk Membongkar Kelemahan

Toyota memakai pendekatan mengemudikan kendaraan sampai menemukan masalah, kemudian memperbaikinya sebelum kembali ke lintasan. Cara ini telah lama menjadi bagian dari pengembangan kendaraan Gazoo Racing.

Super Taikyu memberi tekanan besar kepada mesin dan komponen karena kendaraan harus melaju dalam waktu panjang. Suhu tinggi, pengereman berulang, getaran, serta perubahan cuaca dapat memperlihatkan kelemahan yang sulit ditemukan melalui pengujian biasa.

Toyota secara resmi menyatakan M Concept dikembangkan melalui pengujian bersama pengemudi profesional, pembalap amatir berpengalaman, teknisi, serta Akio Toyoda. Setiap keluhan pengemudi digunakan untuk mengubah pengaturan mobil.

Pengujian balap juga membantu Toyota mempelajari perilaku kendaraan ketika ban mulai kehilangan cengkeraman. Mobil bermesin tengah dapat berputar dengan cepat, tetapi juga membutuhkan pengaturan suspensi serta sistem kendali yang tepat agar tetap mudah dikendalikan.

Menurut penulis, kerusakan yang muncul di sirkuit bukan berarti proyek ini gagal. Kendaraan uji memang dibawa ke batas kemampuannya agar kelemahan ditemukan sebelum mobil sampai ke tangan konsumen.

Toyota Belum Resmi Memakai Nama MR2

Toyota telah memastikan bahwa mobil sport bermesin tengah sedang disiapkan, tetapi perusahaan belum memperlihatkan bentuk akhir atau nama penjualannya.

Sebutan MR2 muncul karena susunan kendaraan sangat dekat dengan identitas mobil lama. Nama MR2 sendiri merupakan singkatan dari Mid Ship Runabout 2 Seater, yang merujuk pada mobil dua penumpang dengan mesin ditempatkan di tengah.

Petunjuk lain datang dari pendaftaran nama GR MR2 di Jepang, GR MR S di Australia, dan MR2 di Amerika Serikat. Pendaftaran tersebut memberi Toyota perlindungan apabila nama itu dipakai, tetapi belum menjadi jaminan bahwa seluruhnya akan digunakan pada produk.

Toyota juga dapat memilih nama baru apabila kendaraan produksi mempunyai karakter yang terlalu berbeda dari MR2 terdahulu. Penggunaan merek GR secara lebih menonjol ikut terbuka karena Gazoo Racing sedang memperluas jajaran kendaraan performanya.

Sampai pengumuman resmi dilakukan, kendaraan yang tertangkap kamera lebih tepat disebut prototipe M Concept atau kendaraan pengembangan mobil sport bermesin tengah Toyota.

MR2 Pertama Lahir pada 1984

Toyota meluncurkan MR2 pertama di Jepang pada Juni 1984. Mobil tersebut diperkenalkan sebagai kendaraan dua penumpang bermesin tengah produksi massal pertama dari Jepang.

Generasi pertama mempunyai badan kompak dan bobot kurang dari satu ton pada beberapa varian. Pilihan mesinnya mencakup unit 1,5 liter serta mesin 1,6 liter dengan dua poros bubungan.

Varian 1,6 liter tertentu menghasilkan tenaga 130 PS. Toyota kemudian menambahkan versi supercharger yang menawarkan tenaga lebih besar. MR2 generasi pertama meraih penghargaan Car of the Year Japan 1984 sampai 1985.

Generasi kedua hadir dengan ukuran lebih besar dan tampilan yang lebih dekat dengan mobil sport kelas atas. Toyota menyediakan mesin 2,0 liter tanpa turbo serta unit 3S GTE turbo yang menghasilkan 225 PS pada spesifikasi awal pasar Jepang.

Generasi ketiga berubah menjadi roadster ringan. Mobil tersebut menjadi MR2 terakhir sebelum produksinya berakhir pada pertengahan 2000 an. Arsip Toyota mencatat MR2 dalam tiga generasi dengan karakter yang berbeda.

Jeda panjang membuat kemunculan prototipe baru mendapat perhatian besar. Toyota tidak mempunyai mobil sport jalan raya bermesin tengah dalam jajaran regulernya sejak MR2 generasi ketiga berhenti diproduksi.

Versi Produksi Masih Memerlukan Waktu

Presiden Gazoo Racing Tomoya Takahashi menyatakan proyek mobil sport bermesin tengah berada pada tahap pertama dari empat tahapan sebelum produksi massal. Proses lengkap biasanya memerlukan sekitar empat sampai lima tahun.

Berdasarkan jadwal tersebut, mobil produksi diperkirakan belum hadir dalam waktu dekat. Peluncurannya dapat berlangsung menjelang akhir dekade atau sekitar 2030 sampai 2031, tergantung hasil pengujian.

Toyota masih harus menyelesaikan sistem pendinginan, penggerak, keselamatan tabrakan, aerodinamika, emisi, ruang kabin, dan biaya produksi. Karakter yang menyenangkan di sirkuit juga perlu disesuaikan agar tetap nyaman digunakan di jalan umum.

Mesin G20E dikembangkan agar dapat memenuhi aturan emisi Euro 7 tanpa bantuan tenaga listrik. Walau begitu, Toyota tidak menutup kemungkinan memasangkan mesin tersebut dengan sistem hibrida pada produk tertentu.

Pilihan transmisi juga belum ditetapkan. Program pengujian telah menggunakan transmisi manual dan otomatis, tetapi Toyota belum menjelaskan susunan mana yang akan tersedia bagi konsumen.

Desain Akhir Diperkirakan Berubah Total

Foto di Fuji Speedway hanya menunjukkan kendaraan yang dipakai membawa komponen mekanis. Bentuk GR Yaris yang dipotong dan diperlebar tidak menggambarkan mobil produksi secara utuh.

Sejumlah laporan memperkirakan Toyota dapat mengambil beberapa unsur dari FT Se, mobil konsep dua penumpang dengan kabin rendah dan garis bodi tajam. Namun, FT Se awalnya diperkenalkan sebagai kendaraan listrik, sedangkan proyek mesin tengah saat ini memakai mesin bensin turbo.

Toyota harus menyediakan ruang untuk mesin, turbo, transmisi, saluran udara, tangki bahan bakar, bagasi, serta kemungkinan perangkat hibrida. Kendaraan juga wajib memenuhi aturan keselamatan dan perlindungan pejalan kaki yang jauh lebih ketat dibandingkan era MR2 pertama.

Harga belum dibicarakan oleh Toyota. Posisi produknya juga belum diketahui, apakah akan berada dekat GR86, ditempatkan di atas penerus Supra, atau mengisi ruang tersendiri di bawah GR GT.

Penggemar kini menunggu kepastian mengenai nama resmi, bentuk badan, jumlah tenaga, jenis transmisi, sistem penggerak, kapasitas tempat duduk, serta negara tujuan penjualan. Prototipe yang terlihat di Fuji setidaknya memperlihatkan bahwa Toyota terus membawa proyek mesin tengahnya keluar dari ruang pamer dan menuju pengujian yang semakin serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *